Mengenal Konsep Amalgamasi dan Contohnya



Menurut kamus The American Heritage (2010) dan beberapa kamus lainnya, amalgamasi digunakan untuk menggambarkan sebuah kondisi yang dihasilkan dari tindakan penggabungan, juga bermakna sebuah konsolidasi atau merger beberapa perusahaan. 

Amalgamasi juga familiar digunakan dalam memproduksi paduan logam merkuri (metal alloy of mercury). 

Menurut kamus online Merriam-Webster (2013), amalgamasi (amalgamation) adalah tindakan (action) atau proses menyatukan (amalgamating) atau menggabungkan keadaan atau penggabungan dua korporasi (amalgamation of two coorperations). 

Wikipedia (2011, amalgamation) mendefinisikan amalgamasi sebagai proses menggabungkan atau menyatukan beberapa entitas menjadi satu bentuk (the process of combining or uniting multiple entities into one form). 

Amalgamation berarti penggabungan, peleburan, proses pencampuran dan tindakan pencampuran. Istilah geopolitik, amalgamasi mengacu pada bergabungnya dua atau lebih unit administratif (in geopolitics, refers to the joining of two or more administrative units).

Istilah lain yang paling tepat untuk amalgamasi adalah peleburan atau penggabungan. Istilah ini telah digunakan dalam berbagai bidang. 

Pertama, di bidang perusahaan. Peleburan adalah penyatuan dua atau lebih perusahaan, yang dibuat dengan maksud untuk membentuk sebuah perusahaan baru. 

Kedua, hal keuangan, kombinasi adalah perjanjian (kesepakatan) antara dua atau lebih perusahaan untuk mengkonsolidasikan (memperkuat) kegiatan usahanya dengan mendirikan sebuah perusahaan baru yang memiliki keberadaan hukum yang terpisah.

Amalgamasi berarti penggabungan atau menyatukan tindakan atau proses di mana dua atau lebih perusahaan secara bersama membentuk sebuah hal baru yang kuat. 

Peleburan adalah sebuah tren yang berkembang di dunia bisnis untuk pembentukan perusahaan baru, yang kuat, stabil dan besar. 

Hal ini juga menghasilkan pertumbuhan dan ekspansi perusahaan baru yang dibentuk. Selama penggabungan, dua atau lebih perusahaan rela datang bersama-sama untuk bekerja sama dengan satu sama lain dan memperluas kegiatan usaha mereka.

Setelah penggabungan, dua atau lebih perusahaan melarutkan diri (hancur) dan kehilangan status hukum mereka masing-masing (eksistensi), maka mereka tidak lagi ada lagi. 

Namun, mereka kembali membangun kembali diri mereka sendiri, tapi sekarang bersama-sama, dengan membentuk sebuah perusahaan baru yang memiliki nama yang unik. 

Penggabungan pembentukan perusahaan baru (terpisah) yang menghasilkan perusahaan memiliki nama unik, logo, identitas dan eksistensi. 

Manajemen perusahaan digabung dan dipimpin (diarahkan) oleh anggota dari dua atau lebih perusahaan.

Amalgamasi banyak terjadi pada pratik bisnis. Perusahaan A dan perusahaan B beroperasi (existing) di pasar. Perusahaan A dan perusahaan B melebur menjadi perusahaan AB. 

Perusahaan A dan Perusahaan B menyerahkan semua saham ekuitas (kepemilikan saham) pada perusahaan AB. 

Aktiva dan kewajiban amalgamasi perusahaan A dan perusahaan B ditransfer ke perusahaan AB. Para pemegang saham perusahaan A dan perusahaan B akan diberikan saham perusahaan AB. 

Perusahaan A dan B kehilangan eksistensi masing-masing (identitas) dan terus beroperasi bersama-sama atas nama perusahaan AB.

“Maruti Motors” beroperasi di India dan “Suzuki” berbasis di Jepang digabung untuk membentuk sebuah perusahaan baru bernama “Maruti Suzuki (India) Limited”. 

“Tata Sons” beroperasi di India dan “AIA Group” yang berbasis di Hongkong digabung untuk membentuk sebuah perusahaan baru bernama TATA AIG Life Insurance (Akrani, 2012). 

Konteks bisnis, amalgamasi adalah penggabungan atau konsolidasi (merger or consolidation) perusahaan. Toshiba dibentuk pada tahun 1939 merupakan hasil merger dari dua perusahaan. “Tokyo Denki” adalah perusahaan yang begerak di bidang consumer goods dan perusahaan mesin “Shibaura Seisakusho”. 

TOSHIBA mengambil beberapa huruf didepan dari masing-masing perusahaan “TO” dan “SHIBA”.

Amalgamasi berbeda dengan joint venture. Amalgamasi selalu menghasilkan pembentukan perusahaan baru, sedangkan joint venture tidak mengakibatkan pembentukan perusahaan baru. 

Amalgamasi dibentuk dengan maksud operasi bisnis yang berkelanjutan selama waktu yang tidak terbatas, sebaliknya, perusahaan patungan dibentuk dengan maksud operasi bisnis selama periode tertentu.

Kebudayaan Betawi di Batavia, berasal dari keanekaragaman latar belakang kebudayaan dan berhasil dipersatukan dalam kebudayaan Betawi yang dipimpin oleh Muhammad Husni Thamrin pada tahun 1923. 

Setiap kelompok suku bangsa maupun golongan yang ada menanggalkan simbol-simbol kesukuan mereka dan mengembangkan simbol-simbol kesukuan baru serta memilih agama Islam sebagai media sosial yang memperkuat kesetiakawanan sosial. 

Jika asumsi semacam ini benar, maka budaya Betawi hasil dari proses amalgamasi. Tetapi jika asumsi ini masalah, maka bukan merupakan contoh proses amalgamasi.


Belum ada Komentar untuk "Mengenal Konsep Amalgamasi dan Contohnya"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel